peserta-bukber

JAKARTA (UNAS) – Fakultas Teknologi, Komunikasi, dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional (UNAS) melakukan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, Kamis (16/5).  Kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan ini mengangkat tema ‘Berlian: Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan’, dan dihadiri oleh dosen, staff, mahasiswa, dan alumni FTKI. Kegiatan yang bertempat di Aula Blok 1 Lantai IV UNAS ini dimulai dengan penampilan hadroh dan akustik dari mahasiswa FTKI.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T. mengatakan, kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim ini adalah agenda rutin bagi FTKI untuk berbagi kepada sesama. Selain itu, juga sebagai momentum bersilaturahmi dan ramah tamah seluruh civitas akademika FTKI.

“Saya berterima kasih kepada Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak, juga anak yatim yang sudah hadir memenuhi undangan kami. Semoga untuk kedepannya FTKI bisa melangsungkan acara buka puasa bersama ini secara terus-menerus sehingga silaturahmi diantara kita bisa terus berjalan,” ujar mantan Dekan FTKI itu.

Ia melanjutkan, bulan puasa ini harus dijadikan momen mendobrak kemampuan diri diluar batas kemampuan. “Jadi bulan puasa ini bukan berarti kita harus lesu. Tetapi menguji fisik, mental, dan sekaligus batas kemampuan kita sampai mana,” tambahnya.

Hadir sebagai penceramah, Habib Abdallah bin Ja’far Assegaf mengatakan bahwa bulan Ramadhan ialah bulan yang mulia dan menjadi bulan favorit Nabi Muhammad SAW. Dalam bulan ini, lanjutnya, terdapat banyak kemuliaan dan rahmat yang bisa diraih oleh setiap umat manusia.

“Kita sebagai umat manusia harus gembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka jasadnya diharamkan tersentuh oleh api neraka,” tuturnya.

Bulan ini, lanjutnya, merupakan bulan penuh pengampunan sehingga pintu taubat dibuka dengan seluas-luasnya. Oleh karena itu, ia menganjurkan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan melakukan banyak ibadah dan berbuat kebajikan.

“Datangnya bulan Ramadhan ini banyak rahmat Allah yang didapat. Kita harus mengerjakan ibadah puasa dengan sebetul-betulnya. Jangan sampai puasa kita sia-sia dan nggak dapat pahala apa-apa. Kita puasa untuk menjadi orang yang bertaqwa,” ungkapnya. Usai berbuka, kegiatan ini dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah dan foto bersama.(*NIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.